<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310</id><updated>2011-09-28T09:55:05.481-07:00</updated><category term='Contact Us'/><category term='Program'/><category term='Biaya'/><category term='artikel'/><category term='Tentang kami'/><category term='Latar Belakang'/><title type='text'>Jarimatika Unit Kukusan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-6507307548614803617</id><published>2011-07-29T22:00:00.000-07:00</published><updated>2011-07-29T22:52:10.866-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kursus Menjadi Orang Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-rZiv5q1E5aM/TjORYyVoZII/AAAAAAAAAGc/MncIVO4-64w/s1600/blajar.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-rZiv5q1E5aM/TjORYyVoZII/AAAAAAAAAGc/MncIVO4-64w/s200/blajar.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635007413786010754" /&gt;&lt;/a&gt;Seringkali orangtua bingung mendidik, menghadapi tingkah anak-anaknya terutama anak-anak usia balita. Berbagai keluhan seperti bagaimana cara mengajari anak menggunting kertas, mewarna dan lain-lain. Sementara saat seusianya, rasanya kita lebih terampil dari mereka.Tak bisa dipungkiri, membimbing anak memang merupakan tantangan terbesar orangtua baru masa kini. Tapi bukan berarti tak ada jalan untuk mengatasinya. Mengikuti diskusi dan seminar untuk para orangtua (parenting class) adalah salah satu cara yang menarik untuk dicoba. Ajang seperti ini juga dapat dijadikan para orangtua untuk saling sharing, bertukar pengalaman dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak adalah anugerah yang besar dari Tuhan. Setiap anak adalah unik. Dibutuhkan pengetahuan dan ketrampilan tertentu agar orangtua dapat mengembangkan potensi anak dengan maksimal. Disinilah dalam parenting class, orangtua bisa mengambil manfaatnya. Fenomena yang kini sedang berkembang, parenting class tidak hanya ditujukan untuk orangtua, melainkan bagi mereka yang terlibat dalam pengasuhan anak, seperti  kakek-nenek, paman-bibi, baby sitter, perawat, terapis, pekerja sosial, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini banyak parenting class yang dilakukan melalui internet, dengan penyelenggara yang berasal dari suatu tempat di luar negeri. Tapi karena unsur sharing adalah hal yang berperan penting, maka kelas semacam ini kurang dapat menjawab kebutuhan peserta untuk bertatap muka dan saling memberikan dukungan emosi. Yang banyak terjadi, program melalui internet hanya terbatas pada tingkat pengetahuan saja. Belum lagi masalah perbedaan budaya yang ada di antara komunitas internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran dengan membaca buku-buku saja tidak juga cukup untuk dilakukan. Maka, agar manfaat yang didapat terasa efektif, sebaiknya pilihlah parenting class intensif. Pastikan bahwa materi yang disajikan tidak hanya mencakup penguasaan konsep teknik parenting, namun juga praktik bagi masing-masing orangtua. Artinya, ada bagian yang melibatkan setiap peserta untuk mempraktikkan teori dan kemudian melakukan evaluasi.&lt;br /&gt;ditulis oleh: Lianneke Gunawan dari berbagai sumber&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-6507307548614803617?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/6507307548614803617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/seringkali-orangtua-bingung-mendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/6507307548614803617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/6507307548614803617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/seringkali-orangtua-bingung-mendidik.html' title='Kursus Menjadi Orang Tua'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rZiv5q1E5aM/TjORYyVoZII/AAAAAAAAAGc/MncIVO4-64w/s72-c/blajar.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-2671355876490857376</id><published>2011-07-08T00:25:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:26:30.183-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>teori-teori belajar behaviorisme, gestalt, kognitivisme, konstruktivisme, CBSA, Keterampilan Proses, sosial, CTL, pendekatan komunikatif, pendekatan t</title><content type='html'>1. Teori belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merancang pembelajaran, seorang guru harus menguasai sejumlah teori atau filsafat tentang belajar, termasuk beberapa pendekatan dalam pembelajaran. Teori belajar tersebutsebagian sudah dikenal dalam pelaksanaan Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, dan Kurikulum 2004. Sebagian bahkan sudah dikenal dalam mata kuliah tentang pendidikan dan pengajaran. Penguasaan teori itu dimaksudkan agar guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perilaku mengajarnya di depan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Behaviorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini di dalam linguistik diikuti antara lain oleh L.Bloomfield dan B.F.Skinner. Dalam hal belajar, termasuk belajar bahasa, teori ini lebih mementingkan faktor eksternal ketimbang faktor internal dari individu, sehingga terkesan siswa hanya pasif saja menunggu stimulus dari luar (guru). Belajar apa saja  dan oleh siapa saja (manusia atau binatang) sama saja, yakni melalui mekanisme stimulus – respons. Guru memberikan stimulus, siswa merespons, seperti tampak pada latihan tubian (drill) dalam pelajaran bahasa Inggris. Pelajaran yang mementingkan kaidah tatabahasa, struktur bahasa (fonem, morfem, kata, frasa, kalimat) dan bentuk-bentuk kebahasaan merupakan penerapan behaviorisme, karena behaviorisme lebih mementingkan bentuk dan struktur bahasa ketimbang makna dan maksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gestalt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan behaviorisme yang bersifat fragmentaris (mementingkan bagian demi bagian, sedikit demi sedikit), teori belajar ini melihat pentingnya belajar secara keseluruhan. Jika Anda mempelajari sebuah buku, bacalah dari awal sampai akhir dulu, baru kemudian bab demi bab. Dalam linguistik dan pengajaran bahasa, aliran ini melihat bahasa sebagai keseluruhan utuh, melihat bahasa secara holistik, bukan bagian demi bagian. Belajar bahasa tidak dilakukan setapak demi setapak,dari fonem, lalu morfem dan kata, frasa, klausa sampai dengan kalimat dan wacana. Bahasa adalah sesuatu yang mempunyai staruktur dan sistem, dalam arti bahasa terdiri atas bagian-bagian yang saling berpengaruhdan saling bergantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kognitivisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam belajar, kognitivisme mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar tanpa meremehkan faktor eksternal atau lingkungan. Bagi kognitivisme, belajar merupakan interaksi antara individu dan lingkungan, dan hal itu terjadi terus-menerus sepanjang hayatnya. Kognisi adalah suatu perabot dalam benak kita yang merupakan “pusat” penggerak berbagai kegiatan kita: mengenali lingkungan, melihat berbagai masalah, menganalisis berbagai masalah, mencari informasi baru, menarik simpulan dan sebagainya. Pakar kognitivisme yang besar pengaruhnya ialah Jean Piaget, yang pernah mengemukakan pendapatnya tentang perkembangan kognitif anak yang terdiri atas beberapa tahap. Dalam hal pemerolehan bahasa ibu (B1) Piaget mengatakan bahwa (i) anak itu di samping meniru-niru juga aktif dan kreatif dalam menguasai bahasa ibunya; (ii) kemampuan untuk menguasai bahasa itu didasari oleh adanya kognisi; (iii) kognisi itu memiliki struktur dan fungsi. Fungsi itu bersifat genetif, dibawa sejak lahir, sedangkan struktur kognisi bisa berubah sesuai dengan kemampuan dan upaya individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, teori ini pun mengenal konsep bahwa belajar ialah hasil interaksi yang terus-menerus antara individu dan lingkungan melalui proses asimilasi dan akomodasi. (Lihat strategi pembelajaran!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Konstruktivisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Piaget di atas melahirkan teori konstruktivisme dalam belajar. Piaget mengatakan bahwa struktur kognisi itu dapat berubah sesuai dengan kemampuan dan upaya individu sendiri. Menurut konstruktivisme, pebelajar (learner, orang yang sedang belajar) akan membangun pengetahuannya sendiri berdasarkan apa yang sudah diketahuinya. Karena itu belajar tentang dan mempelajari sesuatu itu tidak dapat diwakilkan dan tidak dapat “diborongkan” kepada orang lain. Siswa sendiri harus proaktif mencari dan menemukan pengetahuan itu, dan mengalami sendiri proses belajar dengan mencari dan menemukan itu. Di sini diperlukan pemahaman guru tentang “apa yang sudah diketahui pebelajar”, atau apa yang disebut pengetahuan awal (prior knowledge), sehingga guru bisa tepat menyajikan bahan pengajaran yang pas: Jangan memberikan bahan yang sudah diketahui siswa, jangan memberikan bahan yang terlalu jauh bisa dijangkau oleh siswa. Patut diingat bahwa sebelum belajar bahasa Indonesia siswa sudah mempunyai bahasa ibu (bahasa daerah) sebagai “pengetahuan awal” mereka. Pengetahuan, pengalaman, dan keterampilannya dalam bahasa daerahnya itu harus dimanfaatkan oleh guru untuk belajar berbahasa Indonesia dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. CBSA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya CBSA sudah kita kenal sejak 1981 yang menyertai Kurikulum 1984 juga. CBSA itu suatu pendekatan yang lahir untuk mengatasi keadaan kelas yang siswanya serba pasif. Adalah pandangan yang salah jika dikatakan CBSA itu mengaktifkan siswa dan “membuat guru diam” (tidak aktif). Juga salah jika CBSA itu mesti berdiskusi secara kelompok, mesti memindahkan bangku dan kursi. Yang penting sebenarnya ialah CBSA itu menuntut agar ada keterlibatan mental-psikologis pada siswa sepanjang proses belajar-mengajar. Hanya saja keterlibatan mental-psikologis itu kadang-kadang harus diwujudkan dalam perilaku fisik, misalnya bertanya, memberikan jawaban dan tanggapan, memberikan pendapat, dsb. Dalam hal pelajaran bahasa Indonesia, CBSA itu harus mewujud dalam kegiatan siswa untuk banyak berbicara dan menulis, pokoknya harus aktif-produktif ketimbang pasif-reseptif. Dalam hal-hal tertentu CBSA itu mengharuskan siswa banyak terlibat dalam proses belajar-mengajar, siswa mengalami belajarnya sendiri, mendalami materi, dsb. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia CBSA amat bisa sejalan dengan pendekatan komunikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Keterampilan Proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya keterampila proses itu serupa dan senafas dengan CBSA karena roh dari kedua pendekatan itu sama yaitu bagaimana agar siswa itu terlibat aktif dalam proses belajar-mengajar di dalam kelas. Keterampilan proses ini lahir antara lain karena guru sering hanya memperhatikan hasil belajar dan kurang memperhatikan proses untuk mencapai hasil itu. Dengan kata lain, guru (dan murid) menghalalkan segala cara agar memperoleh hasil yang “baik” tanpa melihat cara (teknik, metode, pendekatan, teori) memperoleh hasil itu. Akibatnya, guru berlaku kurang jujur, misalnya dengan membuat soal-soal yang sangat-saangat mudah, membiarkan murid menyontek, dan sebagainya; murid pun berlaku tidak jujur, yakni sengaja menyiapkan sontekan, turunan, dan sebagainya. Sebenarnya, sejak kurikulum 1975 kita sudah mengenal TIK (Tujuan Instruksional Khusus) yang rumusannya mencantumkan cara-cara untuk mencapai hasil belajar yang bisa diamati dan diukur. Dalam rumusan yang kira-kira sama, KBK pun merumuskan “kompetensi” dengan deskriptor-deskriptor tertentu. Dalam bahasa Indonesia pendekatan ini dapat secara langsung digunakan untuk menilai perilaku berbhasa sehari-hari di dalam kelas secara terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Belajar secara Sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah Inggrisnya ialah social learning, dan sekarang dikenal dengan istilah belajar secara gotong  royong. Pendekatan ini menekankan pentingnya belajar bersama, secara berkelompok atau berpasangan, mengingat di dalam kehidupan bermasyarakat pun orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu bekerja sama untuk melakukan sesuatu. Dalam pelajaran bahasa Indonesia pendekatan ini bisa diterapkan misalnya dalam menyusun karya tulis (membuat laporan, membuat sinopsis, meringkas bacaan, dan sebagainya), berdiskusi, berdialog, mendengarkan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. CTL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan diperkenalkannya KBK, muncul gagasan tentang CTL, singkatan dari Contextual Teaching and Learning, atau mengajar dan belajar secara kontekstual. Pendekatan ini sebenarnya diilhami oleh filsafat konstruktivisme. Sebenarnya siswa itu bisa didorong untuk aktif melakukan tindak belajar jika apa yang dipelajari itu sesuai dengan konteks. Konteks ini tidak sekadar diartikan lingkungan belajar. Konteks itu bisa berupa konteks siswa (usia, kondisi sosial-ekonomi, potensi intelektual, keadaan emosi, dsb), konteks isi (materi pelajaran), konteks tujuan (tujuan belajarnya, kompetensi yang hendak dicapai), konteks sosial-budaya, konteks lingkungan, dsb. Ada beberapa unsur dalam CTL yang harus diterapkan di dalam proses belajar-mengajar, antara lain, pertanyaan, inkuiri, penemuan, pengalaman. Dalam pelajaran bahasa dan sastera Indonesia guru hendaknya memperhatikan kondisi kebahasaan siswa: apakah siswa Anda berasal dari pedesaan atau perkotaan, dari keluarga ekonomi lemah atau keluarga mampu, ada di SMP atau SMA. Guru hendaknya juga memperhatikan besar-kecilnya pengaruh bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari. Hal ini sering menyulitkan guru karena guru dan murid mempunyai latar belakang kebahsaan yang sama sehingga kedua pihak bisa melakukan “kesalahan” yang sama dalam berbahasa Indonesia. Guru yang berlatar belakang bahasa Bali tentu sulit mengidentifikasi kesalahan dalam berbahasa Indonesia yang dilakukan murid-muridnya yang juga berkatar belakang bahasa Bali, karena guru tidak menyadari kesalahannya sendiri. Minat siswa dalam sastra dan kesastraan juga bisa bergantung kepada latar belakang di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Pendekatan Komunikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pendekatan khas dalam belajar berbahasa. Intinya pendekatan ini menuntut agar (i) siswa diberi kebebasan berbicara tanpa beban (wajib berbahasa Indonesia yang baik dan benar); (ii) siswa mampu mengomunikasikan gagasannya kepada orang lain dan mampu menangkap dana memahami gagasan orang lain; (iii) siswa lebih banyak belajar berbahasa (empat keterampilan berbahasa) ketimbang belajar bahasa (teori, kaidah tatabahasa, struktur bahasa,dsb); (iv) guru tidak perlu banyak menyalahkan ujaran siswa, apalagi menginterupsi ketika siswa sedang berbicara, karena hal itu dapat mematikan motivasi siswa untuk berbicara. Bahasa harus kita pandang secara holistik (menyeluruh), bukan serpih-serpih (bagian demi bagian). Pendekatan komunikatif hakikatnya juga sejalan dengan prinsip-prinsip dalam pragmatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Pendekatan Tematik-Integratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pendekatan ini sudah kita kenal pada kurikulum 1984. Intinya, tiap pelajaran harus berpijak pada tema atau subtema tertentu. Dan tiap bahan pelajaran tidaklah berdiri sendiri melainkan dipadukan (diintegrasikan) dengan bahan pelajaran yang lain. Dalam belajar berbahasa Indonesia, bahan pelajaran dapat dipadukan secara internal, misalnya keterampilan berbicara dengan tema pariwisata dengan keterampilan menulis, dengan aspek kebahasaan seperti kalimat dan frasa. Dapat pula secara eksternal dipadukan dengan sastra. Bahkan  bahasa Indonesia dapat dipadukan dengan mata pelajaran yang lain. Misalnya, untuk pelajaran kalimat majemuk, guru dapat memadukan kalimat majemuk dengan keterampilan membaca, dan bacaan itu diambil dari buku teks Sejarah, Ekonomi, Biologi, IPA, IPS, dsb. Artinya, siswa dapat ditugasi untuk mencari dan menemukan contoh-contoh kalimat majemuk di dalam buku-buku teks itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Penerapan Teori Belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal penerapan teori belajar, guru hendaknya memperhatikan dulu kompetensi dasar yang hendak dicapai oleh siswa, indikator, deskriptor, dan bahan ajarnya. Misalnya, jika untuk kompetensi K, indikator I, dan deskriptor  D, serta bahan ajar fakta dan kosep frasa, guru akan menggunakan pendekatan tematik-integratif, bagaimana wujudnya dalam Rencana Pembelajaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan ini guru hendaknya menentukan dulu temanya, misalnya lalu-lintas. Jika kompetensi yang hendak dicapai ialah keterampilan membaca pemahaman, maka ditentukan bacaan bertema lalu-lintas yang dipastikan mengandung sekian banyak frasa. Jika Anda mengajar di SMP, bacaan seperti itu dapat dicari dalam buku teks IPS tentang transportasi. Di situ Anda sudah melakukan integrasi antardisiplin atau antarmata pelajaran. Di dalam bacaan itu siswa diperkenalkan dengan fakta tentang frasa dan bukan frasa. Lalu guru melakukan diskusi untuk mencapai pemahaman tentang konsep frasa. Siswa kemudian bisa diajak mengalami belajar dengan cara mencari dan menemukan frasa-frasa lain dalam novel atau cerpen. Lagi-lagi ini adalah pendekatan integratif. Siswa akhirnya diminta membuat laporan singkat secara tertulis. Artinya, Anda telah melakukan integrasi internal: aspek kebahasaan (yakni konsep frasa), keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-2671355876490857376?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/2671355876490857376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/teori-teori-belajar-behaviorisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/2671355876490857376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/2671355876490857376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/teori-teori-belajar-behaviorisme.html' title='teori-teori belajar behaviorisme, gestalt, kognitivisme, konstruktivisme, CBSA, Keterampilan Proses, sosial, CTL, pendekatan komunikatif, pendekatan t'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-744946804512961841</id><published>2011-07-08T00:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:21:08.623-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Ranah Penilaian Kognitif</title><content type='html'>Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.  Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali (recall) atau mengenali kembali tentang nama, istilah, ide, rumus-rumus, dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunkannya. Pengetahuan atau ingatan adalah merupakan proses berfikir yang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh hasil belajar kognitif pada jenjang pengetahuan adalah dapat menghafal surat al-‘Ashar, menerjemahkan dan menuliskannya secara baik dan benar, sebagai salah satu materi pelajaran kedisiplinan yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pemahaman (comprehension)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihatnya dari berbagai segi.  Seseorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Pemahaman merupakan jenjang kemampuan berfikir yang setingkat lebih tinggi dari ingatan atau hafalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh hasil belajar ranah kognitif pada jenjang pemahaman ini misalnya: Peserta didik atas pertanyaan Guru Pendidikan Agama Islam dapat menguraikan tentang makna kedisiplinan yang terkandung dalam surat al-‘Ashar secara lancar dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penerapan (application)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret. Penerapan ini adalah merupakan proses berfikir setingkat lebih tinggi ketimbang pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang penerapan misalnya: Peserta didik mampu memikirkan tentang penerapan konsep kedisiplinan yang diajarkan Islam dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Analisis (analysis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan di antara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor-faktor lainnya. Jenjang analisis adalah setingkat lebih tinggi ketimbang jenjang aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: Peserta didik dapat merenung dan memikirkan dengan baik tentang wujud nyata dari kedisiplinan seorang siswa dirumah, disekolah, dan dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat, sebagai bagian dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sintesis (syntesis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kemampuan berfikir yang merupakan kebalikan dari proses berfikir analisis. Sisntesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola yang yang berstruktur atau bebrbentuk pola baru. Jenjang sintesis kedudukannya setingkat lebih tinggi daripada jenjang analisis. Salah satu jasil belajar kognitif dari jenjang sintesis ini adalah: peserta didik dapat menulis karangan tentang pentingnya kedisiplinan sebagiamana telah diajarkan oleh islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif dalam taksonomi Bloom. Penilian/evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu kondisi, nilai atau ide, misalkan jika seseorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh hasil belajar kognitif jenjang evaluasi adalah: peserta didik mampu menimbang-nimbang tentang manfaat yang dapat dipetik oleh seseorang yang berlaku disiplin dan dapat menunjukkan mudharat atau akibat-akibat negatif yang akan menimpa seseorang yang bersifat malas atau tidak disiplin, sehingga pada akhirnya sampai pada kesimpulan penilaian, bahwa kwdisiplinan merupakan perintah Allah SWT yang waji dilaksanakan dalam sehari-hari.&lt;span class="fullpost"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-744946804512961841?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/744946804512961841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/pengertian-ranah-penilaian-kognitif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/744946804512961841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/744946804512961841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/pengertian-ranah-penilaian-kognitif.html' title='Pengertian Ranah Penilaian Kognitif'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-5315656758963801888</id><published>2011-07-08T00:17:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:18:20.774-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>RANAH PENILAIAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian adalah upaya atau tindakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan itu tercapai atau tidak. Dengan kata lain, penilaian berfungsi sebagai alat untuk mengtahui keberhasilan proses dan hasil belajar siswa. Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Salah satu prinsip dasar yang harus senantiasa diperhatikan dan dipegangi dalam rangka evaluasi hasil belajar adalah prinsip kebulatan, dengan prinsip evaluator dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar dituntut untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap peserta didik, baik dari segi pemahamannya terhadap materi atau bahan pelajaran yang telah diberikan (aspek kognitif), maupun dari segi penghayatan (aspek afektif), dan pengamalannya (aspek psikomotor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga aspek atau ranah kejiwaan itu erat sekali dan bahkan tidak mungkin dapat dilepaskan dari kegiatan atau proses evaluasi hasil belajar. Benjamin S. Bloom dan kawan-kawannya itu berpendapat bahwa pengelompokkan tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengacu kepada tiga jenis domain (daerah binaan atau ranah) yang melekat pada diri peserta didik, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)    Ranah proses berfikir (cognitive domain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)    Ranah nilai atau sikap (affective domain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)    Ranah keterampilan (psychomotor domain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks evaluasi hasil belajar, maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar. Sasaran kegiatan evaluasi hasil belajar adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)    Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan pada mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)    Apakah peserta didik sudah dapat menghayatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)    Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah dapat diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupannya sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga ranah tersebut menjadi obyek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah itu, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru disekolah karena berkaitan dengan kemampuan para siswa dalam menguasai isi bahan pengajaran.  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-5315656758963801888?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/5315656758963801888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/ranah-penilaian-kognitif-afektif-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/5315656758963801888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/5315656758963801888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/07/ranah-penilaian-kognitif-afektif-dan.html' title='RANAH PENILAIAN KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-1519336383051143598</id><published>2011-03-28T03:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T00:28:44.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contact Us'/><title type='text'>Salam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-UC5TEuQXZuw/TZBxrJhnCsI/AAAAAAAAAEY/yWm4Lw5yLyc/s1600/keluarga1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 220px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UC5TEuQXZuw/TZBxrJhnCsI/AAAAAAAAAEY/yWm4Lw5yLyc/s320/keluarga1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589092123671988930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Assalamualaikum. wr. wb.&lt;br /&gt;Salam Luar Bidahsyat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda berada di website Jarimatika unit Kukusan.  Anda bisa mendapatkan berbagai informasi yang bermanfaat bagi perkembangan anak Anda. Berbagai &lt;a href="http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/search/label/Program"&gt;Program&lt;/a&gt; yang dapat kami  berikan baik bagi kepentingan anak/instansi sekolah, usaha, atau pribadi Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di website ini Anda juga bisa menemukan berbagai kumpulan &lt;a href="http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/search/label/artikel"&gt;Artikel&lt;/a&gt; yang dapat Anda baca dan pelajari dan menjadi pilihan dalam memandu Anak Anda menuju kesuksesan. Dapatkan juga Produk-produk terbaru, khususnya buku-buku yang jarimatika terbitkan terbitkan  dan bisa Anda pesan maupun dapatkan di toko buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses bagi Anda!&lt;br /&gt;Salam JARIMATIKA!&lt;/div&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-1519336383051143598?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/1519336383051143598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/salam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/1519336383051143598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/1519336383051143598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/salam.html' title='Salam'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UC5TEuQXZuw/TZBxrJhnCsI/AAAAAAAAAEY/yWm4Lw5yLyc/s72-c/keluarga1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-3590313597335291985</id><published>2011-03-28T03:35:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T23:14:36.546-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang kami'/><title type='text'>Apa Itu Jarimatika</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;JARIMATIKA&lt;br /&gt;Berlatih Berhitung dengan Mudah dan Menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Anak kita tidak suka matematika?&lt;br /&gt;    * Anak kita susah memahami angka dan bilangan?&lt;br /&gt;    * Anak kita enggan belajar berhitung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagian dari kita pun pernah mengalami hal yang sama, bukan? Padahal kita juga tahu bahwa berhitung dan matematika merupakan hal yang penting untuk dikuasai anak kita. Maka 2 hal yang seringkali muncul adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Ketidak-sabaran (pada diri anak dan orangtua)&lt;br /&gt;        * Proses memaksa – terpaksa (yang sangat tidak menyenangkan kedua belah pihak) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika memperkenalkan kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan. Dan di dalam proses yang penuh kegembiraan itu anak dibimbing untuk bisa dan trampil berhitung dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA ITU JARIMATIKA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika adalah cara berhitung (operasi Kali-Bagi-Tambah-Kurang) dengan menggunakan jari-jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai lebihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Alatnya selalu tersedia dan tidak perlu dibeli&lt;br /&gt;        * Alatnya tidak akan pernah ketinggalan atau disita saat ujian&lt;br /&gt;        * Tidak memberatkan memori otak dengan bayangan &lt;br /&gt;        * Menyenangkan dan juga… MUDAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN JARIMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endapan-endapan pertanyaan lama mulai bermunculan seperti mengapa anak-anak mesti dilarang menggunakan alat hitung? Mengapa ada guru yang melarang muridnya menggunakan jari sebagai alat hitung namun mengizinkan penggunaan lidi? Perlukah anak dipacu untuk berhitung cepat? Dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melihat Jarimatika bukan sekedar cara berhitung. Jarimatika lebih merupakan alat komunikasi orangtua kepada anak-anaknya. Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar.&lt;br /&gt;        * Barulah kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.&lt;br /&gt;        * Prosenya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai lebihnya?&lt;br /&gt;        * Sederhana&lt;br /&gt;        * Alatnya selalu tersedia dan tidak perlu dibeli&lt;br /&gt;        * Alatnya tidak akan pernah ketinggalan atau disita saat ujian&lt;br /&gt;        * Tidak memberatkan memori otak dengan bayangan (seperti yang sering dirasakan saat selesai bermain game Tetris)&lt;br /&gt;        * Dan ternyata juga… MUDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut meringankan orangtua saat perlu mengajarkan kepada putera-puterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELATIHAN JARIMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai prinsip bahwa orang tua adalah guru pertama dan utama untuk buah hatinya. Maka orang tua, khususnya seorang ibu harus pintar dan menguasai banyak ilmu untuk kemajuan putra-putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pelatihan untuk orangtua juga mulai kami siapkan. Ada berbagai jenjang pelatihan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Pelatihan Jarimatika untuk orang tua&lt;br /&gt;        * Pelatihan Jarimatika Lanjut untuk orangtua&lt;br /&gt;        * Pelatihan Dasar untuk guru/pengelola unit&lt;br /&gt;        * Pelatihan Menengah untuk guru/pengelola unit&lt;br /&gt;        * Pelatihan Lanjut untuk guru/pengelola unit&lt;br /&gt;        * Pelatihan untuk Pelatih (Training for Trainers)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan-pelatihan tersebut dahulu diawali dengan uji coba ke beberapa orang tua murid di salah satu TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an) yang secara kebetulan banyak diantara mereka yang berprofesi sebagai tukang sayur, buruh cuci, dan beberapa ibu rumah tangga yang tidak bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke TK karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Hasilnya begitu menggembirakan, ibu-ibu tersebut menguasai ilmu jarimatika dengan mudah dan segera mempraktekkannya bersama anak-anaknya sehingga anak-anak mereka sangat terbantu dalam menguasai ilmu jarimatika secara mudah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, semakin banyak ibu-ibu yang ingin mengikuti pelatihan-pelatihan Jarimatika, karena selain mendapatkan ilmu Jarimatika mereka juga mendapatkan ilmu pola pengasuhan anak, sehingga bisa mendidik anak-anak mereka dengan lebih mudah dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah respon masyarakat terhadap Jarimatika sangat bagus, apalagi setelah muncul artikel Jarimatika di Majalah Tempo dan penayangan di Trans TV menambah gencar rasa keingintahuan masyarakat tentang Jarimatika, sehingga membuat salah satu televisi luar negeri dan beberapa media yang ada ingin meliput kegiatan Jarimatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berjalannya kegiatan, ada kawan yang memiliki lembaga penerbitan buku (Penerbit Kawan Pustaka) mendorong untuk menerbitkan buku Jarimatika. Kami gembira menyambutnya. Satu dorongan kuat saat itu adalah pemikiran untuk menyusun buku yang sederhana serta sangat mudah dimengerti dan digunakan oleh para orangtua. Maka yang muncul adalah criteria berikut: tipis (tidak banyak halamannya), berikan porsi besar untuk gambar (visualisasi), persedikit kata dan kalimat dalam penjelasan, siapkan lembar latihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah buku pertama Jarimatika Penjumlahan dan Pengurangan mendapat tanggapan yang baik. Saya bersyukur. Dorongan untuk menuliskan yang lainpun bertambah. Lahirlah buku-buku berikutnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Jarimatika perkalian dan Pembagian (Penerbit Kawan Pustaka)&lt;br /&gt;        * AbacaBaca (Penerbit Kawan Pustaka, cara mudah dan menyenangkan melatih anak membaca; sekali lagi ini merunut proses yang dijalani oleh NS)&lt;br /&gt;        * Calistung (Penerbit Kawan Pustaka, buku latih untuk belajar menulis)&lt;br /&gt;        * Buku Bintang (buku panduan menumbuhkan motivasi pada anak, belum terbit)&lt;br /&gt;        * Lagu dan Permainan Jarimatika (berisikan lagu dan permainan dalam belajar dan mengajarkan Jarimatika, belum terbit)&lt;br /&gt;        * Lagu dan Permainan AbacaBaca (berisikan lagu dan permainan dalam belajar dan mengajarkan AbacaBaca, belum terbit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menuliskan buku, kamipun mulai merancang alat-alat bantu untuk belajar Jarimatika dan AbacaBaca. Proses produksinya kami percayakan kepada ibu-ibu rumah tangga. Mereka mendapatkan pola-pola gambar dan bentuk alat peraga kemudian merangkaikannya menjadi sebuah alat peraga, dari setiap alat peraga mereka mendapatkan tambahan income sekitar Rp. 5000 – Rp 15.000/ alat peraga, sesuai dengan tingkat kerumitannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hari rata-rata mereka bisa menyelesaikan sekitar 1-3 alat peraga, dan selalu mereka kerjakan di rumah sambil mengamati proses bermain buah hati mereka. Proses ini menambah kekayaan pengalaman kami. Interaksi dengan para ibu membuahkan munculnya gagasan-gagasan berikutnya seperti bahwa ternyata para ibu yang memiliki penghasilan memiliki tingkat rasa percaya diri yang lebih baik dan berpikiran positif. Tantangannya adalah bagaimana hal tersebut tetap sejalan dengan proses pendidikan dan tanggung jawab ibu dalam keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada efek menarik yang lain dari Jarimatika. Berikut pengalaman para pemakai Jarimatika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Meningkatkan self esteem para ibu rumah tangga, bahwa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang sangat mulia, dengan jarimatika selain bisa mendidik anak-anak, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Para tunanetra dapat belajar berhitung dengan lebih mudah menggunakan Jarimatika (pengalaman seorang guru SLB di Ciputat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Penderita autis senang mempelajri berhitung menggunakan Jarimatika (pengalaman Ibu Heni Bekasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Anak murid SLB mempelajari berhitung dengan lebih mudah menggunakan Jarimatika (pengalaman ibu guru SLB di Rancaekek)&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-3590313597335291985?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/3590313597335291985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/apa-itu-jarimatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/3590313597335291985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/3590313597335291985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/apa-itu-jarimatika.html' title='Apa Itu Jarimatika'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-6534737571755106389</id><published>2011-03-28T03:34:00.001-07:00</published><updated>2011-03-29T23:09:12.608-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program'/><title type='text'>Kursus</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; Kursus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merupakan pelatihan aritmatika untuk anak usia 3 – 12 tahun. Kursus ini melatih anak agar memiliki kemampuan berhitung hanya dengan jari-jari yang mereka miliki sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanannya tanpa harus membebani memori otak yang mereka miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merupakan pelatihan aritmatika untuk anak usia 3 – 12 tahun. Kursus ini melatih anak agar memiliki kemampuan berhitung hanya dengan jari-jari yang mereka miliki sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanannya tanpa harus membebani memori otak yang mereka milikiMerupakan pelatihan aritmatika untuk anak usia 3 – 12 tahun. Kursus ini melatih anak agar memiliki kemampuan berhitung hanya dengan jari-jari yang mereka miliki sehingga dapat mengoptimalkan perkembangan otak kiri dan kanannya tanpa harus membebani memori otak yang mereka miliki  &lt;/div&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-6534737571755106389?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/6534737571755106389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/kursus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/6534737571755106389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/6534737571755106389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/kursus.html' title='Kursus'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-7996553074550595843</id><published>2011-03-01T23:27:00.001-08:00</published><updated>2011-03-28T03:42:51.858-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biaya'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;Biaya pendaftaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika : Rp 150.000&lt;br /&gt;Abaca-Baca : Rp 150.000&lt;br /&gt;JariCalis : Rp 180.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(buku lev I,Kaos keren/Tas Cantik Jarimatika)&lt;br /&gt;(buku Abaca-baca)&lt;br /&gt;(Buku Lev I,buku Abaca,Kaos keren/Tas Cantik Jarimatika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Kursus : SPP tiap bulan&lt;br /&gt;Jarimatika : Rp 150.000&lt;br /&gt;Abaca-baca : Rp 150.000&lt;br /&gt;Jaricalis : Rp 180.000&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-7996553074550595843?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/7996553074550595843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/coba-coba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7996553074550595843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7996553074550595843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2011/03/coba-coba.html' title=''/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-878880267791017919</id><published>2010-12-28T22:11:00.000-08:00</published><updated>2011-03-28T03:42:29.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Dari Rumus Sederhana Hingga Bisnis</title><content type='html'>Alhamdulillah respon masyarakat terhadap Jarimatika sangat bagus, apalagi setelah muncul artikel Jarimatika di Majalah Tempo dan penayangan di Trans TV menambah gencar rasa keingintahuan masyarakat tentang Jarimatika, sehingga membuat salah satu televisi luar negeri dan beberapa media yang ada ingin meliput kegiatan Jarimatika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berjalannya kegiatan, ada kawan yang memiliki lembaga penerbitan buku (Penerbit Kawan Pustaka) mendorong untuk menerbitkan buku Jarimatika. Kami gembira menyambutnya. Satu dorongan kuat saat itu adalah pemikiran untuk menyusun buku yang sederhana serta sangat mudah dimengerti dan digunakan oleh para orangtua. Maka yang muncul adalah criteria berikut: tipis (tidak banyak halamannya), berikan porsi besar untuk gambar (visualisasi), persedikit kata dan kalimat dalam penjelasan, siapkan lembar latihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  Alhamdulillah buku pertama Jarimatika Penjumlahan dan Pengurangan mendapat tanggapan yang baik. Saya bersyukur. Dorongan untuk menuliskan yang lainpun bertambah. Lahirlah buku-buku berikutnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Jarimatika perkalian dan Pembagian (Penerbit Kawan Pustaka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * AbacaBaca (Penerbit Kawan Pustaka, cara mudah dan menyenangkan melatih anak membaca; sekali lagi ini merunut proses yang dijalani oleh NS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Calistung (Penerbit Kawan Pustaka, buku latih untuk belajar menulis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Buku Bintang (buku panduan menumbuhkan motivasi pada anak, belum terbit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Lagu dan Permainan Jarimatika (berisikan lagu dan permainan dalam belajar dan mengajarkan Jarimatika, belum terbit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Lagu dan Permainan AbacaBaca (berisikan lagu dan permainan dalam belajar dan mengajarkan AbacaBaca, belum terbit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menuliskan buku, kamipun mulai merancang alat-alat bantu untuk belajar Jarimatika dan AbacaBaca. Proses produksinya kami percayakan kepada ibu-ibu rumah tangga. Mereka mendapatkan pola-pola gambar dan bentuk alat peraga kemudian merangkaikannya menjadi sebuah alat peraga, dari setiap alat peraga mereka mendapatkan tambahan income sekitar Rp. 5000 – Rp 15.000/ alat peraga, sesuai dengan tingkat kerumitannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu hari rata-rata mereka bisa menyelesaikan sekitar 1-3 alat peraga, dan selalu mereka kerjakan di rumah sambil mengamati proses bermain buah hati mereka. Proses ini menambah kekayaan pengalaman kami. Interaksi dengan para ibu membuahkan munculnya gagasan-gagasan berikutnya seperti bahwa ternyata para ibu yang memiliki penghasilan memiliki tingkat rasa percaya diri yang lebih baik dan berpikiran positif. Tantangannya adalah bagaimana hal tersebut tetap sejalan dengan proses pendidikan dan tanggung jawab ibu dalam keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada efek menarik yang lain dari Jarimatika. Berikut pengalaman para pemakai Jarimatika:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Meningkatkan self esteem para ibu rumah tangga, bahwa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang sangat mulia, dengan jarimatika selain bisa mendidik anak-anak, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Para tunanetra dapat belajar berhitung dengan lebih mudah menggunakan Jarimatika (pengalaman seorang guru SLB di Ciputat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Penderita autis senang mempelajri berhitung menggunakan Jarimatika (pengalaman Ibu Heni Bekasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Anak murid SLB mempelajari berhitung dengan lebih mudah menggunakan Jarimatika (pengalaman ibu guru SLB di Rancaekek)  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-878880267791017919?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/878880267791017919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/dari-rumus-sederhana-hingga-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/878880267791017919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/878880267791017919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/dari-rumus-sederhana-hingga-bisnis.html' title='Dari Rumus Sederhana Hingga Bisnis'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-1074068250570770491</id><published>2010-12-28T22:08:00.001-08:00</published><updated>2011-03-28T03:43:13.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>RUMUS PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN</title><content type='html'>Rumus yang diperlukan dalam mengoperasikan penjumlahan dan pengurangan dalam jarimatika ada 2 yaitu TEMAN KECIL dan TEMAN BESAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMAN KECIL&lt;br /&gt;teman-teman kecil yaitu dua bilangan yang jumlahnya 5. Mereka senang dapat saling menolong. Mereka tidak pernah berganti-ganti pasangan. Mereka setia dengan pasangannya. Mari kita kenali pasangan yang akrab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kecil 1 adalah 4&lt;br /&gt;Teman kecil 2 adalah 3&lt;br /&gt;Teman kecil 3 adalah 2&lt;br /&gt;Teman kecil 4 adalah 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mereka akan segera datang menolong tanpa harus diminta.&lt;br /&gt;Bingung ? Tidak mengerti sekarang, jalan terus saja, nanti juga paham..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMUS 1A : TEMAN KECIL DI PENAMBAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+4 = -1+5 [ tambah 4 dioperasikan sebagai kurang 1 tambah 5 ]&lt;br /&gt;+3 = -2+5 [ tambah 3 dioperasikan sebagai kurang 2 tambah 5 ]&lt;br /&gt;+2 = -3+5 [ tambah 2 dioperasikan sebagai kurang 3 tambah 5 ]&lt;br /&gt;+1 = -4+5 [ tambah 1 dioperasikan sebagai kurang 4 tambah 5 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan keburu pusing. Dengan contoh, biasanya kita lebih mudah paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMUS 1B : TEMAN KECIL DI PENGURANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-4 = +1-5 [ tambah 4 dioperasikan sebagai tambah 1 kurang 5 ]&lt;br /&gt;-3 = +2-5 [ tambah 3 dioperasikan sebagai tambah 2 kurang 5 ]&lt;br /&gt;-2 = +3-5 [ tambah 2 dioperasikan sebagai tambah 3 kurang 5 ]&lt;br /&gt;-1 = +4-5 [ tambah 1 dioperasikan sebagai tambah 4 kurang 5 ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMAN BESAR&lt;br /&gt;Teman besar adalah dua bilangan yang jumlahnya 10. Mereka juga gemar menolong pasangannya dan tidak pernah berganti-ganti. Teman besar ini, kita sudah memakai kedua tangan untuk membedakan nilai tempat setiap bilangan.&lt;br /&gt;Tangan Kanan sebagai tempat satuan dan Tangan Kiri sebagai tempat puluhan. Teman Besar akan muncul saat diperlukan, yakni saat operasi penambahan atau pengurangan dengan faktor angka antara 1-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Teman-teman besar kita, kenalan yuk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman besar 1 adalah 9&lt;br /&gt;Teman besar 2 adalah 8&lt;br /&gt;Teman besar 3 adalah 7&lt;br /&gt;Teman besar 4 adalah 6&lt;br /&gt;Teman besar 5 adalah 5&lt;br /&gt;Teman besar 6 adalah 4&lt;br /&gt;Teman besar 7 adalah 3&lt;br /&gt;Teman besar 8 adalah 2&lt;br /&gt;Teman besar 9 adalah 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, angka 1-4 adalah angka yang supel. karena mereka memiliki dua teman, yaitu TEMAN KECIL dan TEMAN BESAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara membedakan penggunaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Untuk penambahan, lihat faktor yang ditambah. Kalau angka yang digunakan antara 6-9, berarti memakai TEMAN BESAR.Kalau antara 1-4 berarti memakai TEMAN KECIL.&lt;br /&gt;    * Untuk pengurangan, lihat faktor yang dikurang. Kalau angka yang digunakan 10 ke atas, berarti memakai TEMAN BESAR. Kalau 10 ke bawah, berarti memakai TEMAN KECIL.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-1074068250570770491?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/1074068250570770491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/rumus-penjumlahan-dan-pengurangan-rumus.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/1074068250570770491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/1074068250570770491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/rumus-penjumlahan-dan-pengurangan-rumus.html' title='RUMUS PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-7590073819993003527</id><published>2010-12-28T22:05:00.000-08:00</published><updated>2011-03-28T03:43:31.852-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Rumus perkalian untuk jarimatika yg lebih ringkas</title><content type='html'>Rumus PERKALIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kel 1(faktor 11-20) Rumus =(Pul X Pul)+10(sat+sat)+(sat x sat)&lt;br /&gt;kel 2(faktor 21-30) Rumus=(Pul x Pul)+20(sat+sat)+(sat x SAt)&lt;br /&gt;Kel 3(faktor 31-40) Rumus=(Pul x Pul)+30(sat+sat)+(sat x Sat)dst.&lt;br /&gt;Contoh :&lt;br /&gt;14x17=100+10(4+7)+(4x7)&lt;br /&gt;=100+110+28&lt;br /&gt;=238&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;14x17=100+10(4+7)+(4x7)&lt;br /&gt;=100+110+28&lt;br /&gt;=238&lt;br /&gt;13x20=200+10(3+0)+(3x10)&lt;br /&gt;=200+30+30&lt;br /&gt;=260&lt;br /&gt;23x27=400+20(3+7)+(3x7)&lt;br /&gt;=400+200+21&lt;br /&gt;=621&lt;br /&gt;24x30=600+20(4+0)+(4x10)&lt;br /&gt;=600+80+40&lt;br /&gt;=720&lt;br /&gt;33x39=900+30(3+9)+(3x9)&lt;br /&gt;=900+30(12)+27&lt;br /&gt;=900+360+27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92x98=8100+90(2+8)+(2x8)&lt;br /&gt;=8100+900+16&lt;br /&gt;=9016  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-7590073819993003527?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/7590073819993003527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/rumus-perkalian-untuk-jarimatika-yg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7590073819993003527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7590073819993003527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/rumus-perkalian-untuk-jarimatika-yg.html' title='Rumus perkalian untuk jarimatika yg lebih ringkas'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-2018484137542376908</id><published>2010-12-28T21:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-28T04:07:40.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program'/><title type='text'>PELATIHAN JARIMATIKA</title><content type='html'>Kursus Jarimatika   (untuk Usia 3-12 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus Abaca-baca   (Sejak Ada keinginan Belajar Membaca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus Jaricalis    (Gabungan belajar Membaca dan menulis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bimbelajar Matematika IPA Kimia (untuk Siswa SD SMP dan SMA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-2018484137542376908?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/2018484137542376908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/pelatihan-jarimatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/2018484137542376908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/2018484137542376908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/pelatihan-jarimatika.html' title='PELATIHAN JARIMATIKA'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-7759443971985451608</id><published>2010-12-28T21:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-28T03:44:18.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Apa Itu Jarimatika</title><content type='html'>JARIMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlatih Berhitung dengan Mudah dan Menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Anak kita tidak suka matematika?&lt;br /&gt;    * Anak kita susah memahami angka dan bilangan?&lt;br /&gt;    * Anak kita enggan belajar berhitung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari kita pun pernah mengalami hal yang sama, bukan? Padahal kita juga tahu bahwa berhitung dan matematika merupakan hal yang penting untuk dikuasai anak kita. Maka 2 hal yang seringkali muncul adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        *Ketidak-sabaran (pada diri anak dan orangtua)&lt;br /&gt;        *Proses memaksa – terpaksa (yang sangat tidak menyenangkan kedua belah pihak) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika memperkenalkan kepada anak bahwa matematika (khususnya berhitung) itu menyenangkan. Dan di dalam proses yang penuh kegembiraan itu anak dibimbing untuk bisa dan trampil berhitung dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; APA ITU JARIMATIKA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika adalah cara berhitung (operasi Kali-Bagi-Tambah-Kurang) dengan menggunakan jari-jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai lebihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Alatnya selalu tersedia dan tidak perlu dibeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Alatnya tidak akan pernah ketinggalan atau disita saat ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Tidak memberatkan memori otak dengan bayangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Menyenangkan dan juga… MUDAH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKEMBANGAN JARIMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endapan-endapan pertanyaan lama mulai bermunculan seperti mengapa anak-anak mesti dilarang menggunakan alat hitung? Mengapa ada guru yang melarang muridnya menggunakan jari sebagai alat hitung namun mengizinkan penggunaan lidi? Perlukah anak dipacu untuk berhitung cepat? Dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melihat Jarimatika bukan sekedar cara berhitung. Jarimatika lebih merupakan alat komunikasi orangtua kepada anak-anaknya. Jarimatika adalah sebuah cara sederhana dan menyenangkan mengajarkan berhitung dasar kepada anak-anak menurut kaidah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Dimulai dengan memahamkan secara benar terlebih dahulu tentang konsep bilangan, lambang bilangan, dan operasi hitung dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Barulah kemudian mengajarkan cara berhitung dengan jari-jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Prosenya diawali, dilakukan dan diakhiri dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa nilai lebihnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Sederhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Alatnya selalu tersedia dan tidak perlu dibeli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Alatnya tidak akan pernah ketinggalan atau disita saat ujian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Tidak memberatkan memori otak dengan bayangan (seperti yang sering dirasakan saat selesai bermain game Tetris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        * Dan ternyata juga… MUDAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut meringankan orangtua saat perlu mengajarkan kepada putera-puterinya.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-7759443971985451608?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/7759443971985451608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/apa-itu-jarimatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7759443971985451608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/7759443971985451608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/apa-itu-jarimatika.html' title='Apa Itu Jarimatika'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-8380122790294564430</id><published>2010-12-20T22:17:00.000-08:00</published><updated>2011-05-20T20:54:44.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contact Us'/><title type='text'>Hubungi Kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Jarimatika Unit Kukusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat : Jl.KH.M.utsman no.170&lt;br /&gt;         Kel.Kukusan Kec.Beji Kota Depok, Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E-mail : jarimatikakukusan@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telp   : Endang Soesilowati (021)9214 8406&lt;br /&gt;         Supriyadi (021)9979 1664 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-8380122790294564430?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/8380122790294564430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/ada-apa-di-jarimatika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/8380122790294564430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/8380122790294564430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/12/ada-apa-di-jarimatika.html' title='Hubungi Kami'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3069494252819091310.post-4484359165548288991</id><published>2010-02-12T00:11:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T02:23:57.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Latar Belakang'/><title type='text'>Sejarah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berawal dari kepedulian seorang ibu terhadap materi pendidikan anak-anaknya. Setelah anak saya yang pertama menguasai kemampuan baca di usia 2,5 tahun, tibalah saatnya untuk memasuki gerbang pengenalan berhitung. Banyak metode saya pelajari, tetapi semuanya memakai alat bantu dan kadang membebani memori otaknya. Setelah itu saya mulai tertarik dengan jari sebagai alat bantu yang tidak perlu dibeli, dibawa kemana-mana dan ternyata juga mudah dan menyenangkan. Anak-anak saya menguasai metode ini dengan menyenangkan dan menguasai keterampilan berhitung. Akhirnya penelitian dari hari ke hari untuk mengotak-atik jari hingga ke perkalian dan pembagian, serta mencari uniknya berhitung dengan keajaiban jari dan kami menamakannya “Jarimatika”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan pada anak&lt;br /&gt;Dimulai pada usia 3 tahun untuk pengenalan konsep sampai usia 12 tahun Jarimatika ini ada 4 level, masing-masing ditempuh 3 bulan. Setelah selesai lulusan Jarimatika akan masuk ke “Fun Mathematic Club” yang akan mengupas matematika secara mudah dan menyenangkan, sesuai materi di sekolahnya bahkan direncanakan sampai materi SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan metode&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan metode lain, metode “Jarimatika” lebih menekankan pada penguasaan konsep terlebih dahulu baru ke cara cepatnya, sehingga anak-anak menguasai ilmu secara matang. Selain itu metode ini disampaikan secara fun, sehingga anak-anak akan merasa senang dan gampang bagaikan “tamasya belajar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Memberikan visualisasi proses berhitung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Menggembirakan anak saat digunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Tidak memberatkan memori otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Alatnya gratis, selalu terbawa dan tidak dapat disita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Pengaruh daya pikir dan psikologis&lt;br /&gt;   * Karena diberikan secara menyenangkan maka sistem limbik di otak anak akan senantiasa terbuka sehingga memudahkan anak dalam menerima materi baru.&lt;br /&gt;   * Membiasakan anak mengembangkan otak kanan dan kirinya, baik secara motorik maupun secara fungsional, sehingga otak bekerja lebih optimal.&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;     Tidak memberatkan memori otak, sehingga anak menganggap mudah, dan ini merupakan step awal membangun rasa percaya dirinya untuk lebih jauh menguasai ilmu matematika secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh daya pikir dan psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;     Karena diberikan secara menyenangkan maka sistem limbik di otak anak akan senantiasa terbuka sehingga memudahkan anak dalam menerima materi baru.&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;     Membiasakan anak mengembangkan otak kanan dan kirinya, baik secara motorik maupun secara fungsional, sehingga otak bekerja lebih optimal.&lt;br /&gt;   *&lt;br /&gt;     Tidak memberatkan memori otak, sehingga anak menganggap mudah, dan ini merupakan step awal membangun rasa percaya dirinya untuk lebih jauh menguasai ilmu matematika secara luas.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3069494252819091310-4484359165548288991?l=jarimatika-kukusan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/feeds/4484359165548288991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/02/sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/4484359165548288991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3069494252819091310/posts/default/4484359165548288991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jarimatika-kukusan.blogspot.com/2010/02/sejarah.html' title='Sejarah'/><author><name>Jarimatika Unit Kukusan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16608842181067864125</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_sQH0M1FDAtw/S2f-nAhL1lI/AAAAAAAAAAo/iTt3xTlEgH4/S220/keluarga1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
